3. KRAMAYUDA TIGA BERLIAN
Tokoh gila bola, Sjarnoebi Said, mendirikan klub bernama Krama Tiga Berlian Palembang (KTB Palembang). Sayangnya, penulis belum mendapatkan arsip resmi tentang kapan berdirinya klub yang juga dimiliki pemasok mobil dan alat berat bermerek Mitsubishi ini.
Awalnya, klub ini bermarkas di Palembang. Namun seiring waktu, KTB memilih bermarkas di Stadion Bekasi (yang kini menjadi Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi). Mengenai perpindahan ini, penulis juga belum menemui arsip yang pasti, karena minimnya literatur sepak bola Indonesia yang memang tak semudah sepak bola internasional.
Di kompetisi Galatama, KTB pernah dua kali meraih juara, yakni pada tahun 1985 dan 1985/86. KTB pun merupakan salah satu klub kuat di Galatama kala itu. Pelatih Persita Tangerang dan eks timnas Indonesia, Bambang Nurdiansyah, pernah membela KTB dan menjadi top skorer pada tahun 1985.
Sayang masalah finansial membelit KTB. Setelah mundur dari ajang Piala Winners Asia 1991, KTB terang-terangan kesulitan membiayai para pemainnya. Saat itu Herry Kiswanto sampai harus mengadu ke PSSI untuk sekadar meminta haknya kepada klub.
Akhirnya setelah gaji dilunasi, KTB pun undur diri dari putaran kedua Galatama tahun 1991/92. Mereka akhirnya bubar dengan sendirinya akibat masalah finansial. Permasalahan klasik karena klub Galatama memang hidup dari uang tiket dan sponsor atau pemilik yang merangkap pengusaha.
SELANJUTNYA >
![]() |
| Zulkarnain Lubis (kiri) saat menghadapi pelita 86 (Foto: Dok. Bola/Juara.net) |
Tokoh gila bola, Sjarnoebi Said, mendirikan klub bernama Krama Tiga Berlian Palembang (KTB Palembang). Sayangnya, penulis belum mendapatkan arsip resmi tentang kapan berdirinya klub yang juga dimiliki pemasok mobil dan alat berat bermerek Mitsubishi ini.
Awalnya, klub ini bermarkas di Palembang. Namun seiring waktu, KTB memilih bermarkas di Stadion Bekasi (yang kini menjadi Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi). Mengenai perpindahan ini, penulis juga belum menemui arsip yang pasti, karena minimnya literatur sepak bola Indonesia yang memang tak semudah sepak bola internasional.
Di kompetisi Galatama, KTB pernah dua kali meraih juara, yakni pada tahun 1985 dan 1985/86. KTB pun merupakan salah satu klub kuat di Galatama kala itu. Pelatih Persita Tangerang dan eks timnas Indonesia, Bambang Nurdiansyah, pernah membela KTB dan menjadi top skorer pada tahun 1985.
Sayang masalah finansial membelit KTB. Setelah mundur dari ajang Piala Winners Asia 1991, KTB terang-terangan kesulitan membiayai para pemainnya. Saat itu Herry Kiswanto sampai harus mengadu ke PSSI untuk sekadar meminta haknya kepada klub.
Akhirnya setelah gaji dilunasi, KTB pun undur diri dari putaran kedua Galatama tahun 1991/92. Mereka akhirnya bubar dengan sendirinya akibat masalah finansial. Permasalahan klasik karena klub Galatama memang hidup dari uang tiket dan sponsor atau pemilik yang merangkap pengusaha.
SELANJUTNYA >
3. Klub-Klub Legendaris Indonesia yang kini Telah Punah
4/
5
Oleh
eka maulana
